Gunung Untuk Pendaki Pemula

Gunung Untuk Pendaki Pemula

Gunung untuk pendaki pemula haruslah yang bersahabat, artinya tidak terlalu tinggi dan terjal. Maka dari itu, penting bagi pendaki untuk memilih gunung yang tepat saat melakukan pendakian pertamanya. Memilih gunung yang tepat merupakan salah satu dari beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mempersiapkan pendakian untuk pemula.

PERSIAPAN SAAT MENDAKI GUNUNG UNTUK PENDAKI PEMULA

Gunung Untuk Pendaki Pemula

Menjelajah alam merupakan hal yang seru karena dapat memberikan efek relaksasi dan meredakan stress saat kerjaan menumpuk. Akan tetapi, tidak semua orang memahami bagaimana mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun mental. Dibutuhkan pengalaman yang lebih agar bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

Bagi pendaki pemula, berikut beberapa persiapan yang wajib dilakukan sebelum melakukan pendakian, khususnya untuk yang baru pertama kali :

Memilih Partner Mendaki yang Berpengalaman

Jika baru pertama kali, sebaiknya pendaki perlu mengajak orang yang sudah berpengalaman atau setidaknya paham akan persiapan dan proses pendakian. Hal itu berkaitan dengan keselamatan bagi pendaki pemula, agar tidak mudah tersesat saat mendaki.

Pendaki yang berpengalaman juga dapat membantu pendaki pemula jika mengalami kesulitan saat melakukan perjalanan. Apabila terjadi suatu permasalahan, pendaki berpengalaman lebih mudah menemukan dan melakukan solusi, sehingga pendaki pemula tidak bingung dan khawatir.

Mempersiapkan Asupan Gizi Baik Sebelum atau Saat Mendaki

Sebelum melakukan pendakian, wajib bagi pendaki pemula untuk menjaga staminanya dengan mengkonsumsi makanan-makanan yang kaya akan protein, karbohidrat, dan vitamin. Kesehatan pendaki pemula sangat berpengaruh terhadap proses pendakian nanti, mengingat kejadian di alam bebas tidak bisa diprediksi.

Persiapan ini paling tidak dilakukan 1-2 minggu sebelum mendaki, jika dirasa badan kurang vit, sebaiknya jangan melakukan pendakian dan penuhi dulu asupan tubuh agar terhindar dari penyakit.

Saat mendaki, pendaki pemula juga harus memahami makanan apa yang praktis dan bergizi untuk dibawa saat mendaki. Makanan yang dibawa juga harus mengandung gizi yang cukup, agar stamina tetap terjaga.

Olah raga Secara Rutin

Selain mengkonsumsi makanan yang bergizi, seperti buah-buahan, sayur, telur, daging, ikan, dan lain-lain sebelum mendaki, pendaki wajib melakukan olah raga secara rutin paling tidak selama satu minggu sebelum perjalanan mendaki dimulai.

Ketika mendaki, alam tidak menyediakan sebuah tempat yang nyaman untuk beristirahat atau tempat kesehatan yang memadai apabila tubuh kita kurang sehat. Maka dari itu, pendaki perlu melatihnya agar tubuh kita terbiasa.

Olah raga yang direkomendasikan adalah jogging setiap pagi atau sore hari, hal tersebut dapat membantu otot kaki menjadi lebih kuat. Sehingga saat pendakian, kaki pendaki akan terbiasa dan tidak mudah pegal. Kaki yang kuat akan meminimalisir waktu pendaki untuk beristirahat di alam bebas agar waktu pendakian juga lebih efektif.

Memahami Cara Bertahan Hidup di Alam Bebas

Tidak sedikit kasus para pendaki mengalami permasalahan di tengah alam bebas, bahkan pendaki profesional sekalipun seringkali mengalaminya. Sebelum itu semua terjadi, pendaki pemula haruslah mempelajari dengan baik untuk mengenal alam yang akan dikunjunginya.

Cara bertahan hidup yang bisa dipelajari, seperti bagaimana membangun tenda yang kokoh, sehingga apabila terjadi cuaca buruk, turun hujan deras, pendaki akan lebih terlindungi.

Selain itu, pendaki juga harus mengetahui makanan-makanan apa yang bisa  didapatkan di alam bebas ketika persediaan makanan yang dibawa tidak mencukupi. Pendaki harus bisa memilih mana makanan yang beracun dan makanan yang layak untuk dikonsumsi.

Membaca arah mata angin juga merupakan hal yang penting karena dapat membantu pendaki menemukan jalur pendakian yang benar dan mencegah pendaki tersesat.

Baca Juga: 5 Tips Memilih Tas Gunung (Carrier)

REKOMENDASI GUNUNG BAGI PEMULA

Memilih gunung yang sesuai akan membantu pemula mendapatkan pendakian yang lebih mudah dan memperkecil resiko berbahaya. Tapi jangan khawatir, meski gunung-gunung di bawah ini disebut sebagai gunung dengan pendakian yang “mudah”, namun gunung-gunung tersebut mampu memberikan pemandangan yang luar biasa bagi orang yang baru pertama kali mendaki.

Berikut beberapa rekomendasi gunung pilihan yang bisa dijadikan tempat untuk pengalaman mendaki pertama kali, bagi pemula :

Gunung Ijen

Ijen terletak di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Gunung yang memiliki ketinggian 2.443 mdpl ini memerlukan waktu sekitar 3 jam untuk mendaki dari pos pendakian Paltuding sampai puncak.

Bagi pendaki profesional, medan pendakian gunung ini tidak sulit karena Ijen juga bukan gunung yang tinggi. Namun, bagi pemula, harus tetap berhati-hati karena alur pendakian gunung ini berpasir dan cukup curam di beberapa titik.

Gunung Ijen terkenal dengan api biru atau blue fire dan kawah belerang yang membuat pendaki terpukau. Jadi, bagi pemula, tidak akan rugi untuk melakukan pendakian gunung ini karena akan menjumpai fenomena alam yang begitu menakjubkan.

Gunung Pulosari

Beralih ke Jawa Barat, gunung yang memiliki ketinggian 1.346 mdpl ini bisa dikunjungi di Banten. Untuk menikmati pemandangan alam yang indah, pendaki tidak perlu mendaki terlalu tinggi. Hanya dalam waktu 1,5 jam bagi pendaki untuk mencapai puncak. Meski dengan waktu pendakian yang relatif singkat, pendaki tetap harus berhati-hati karena Pulosari adalah gunung dengan medan pendakian yang cukup terjal.

Gunung Besek

Gunung Besek berada di perbatasan Wonogiri dan Pacitan. Berbeda dengan Ijen, gunung ini masih jarang diketahui oleh wisatawan. Untuk mencapai puncak, pendaki akan melewati hutan dan lereng perbukitan. Dengan ketinggian 850 mdpl, Besek adalah gunung yang paling cocok sebagai rekomendasi gunung untuk pendaki pemula.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *