Apa itu Teknik Dussel? Definisi, Fungsi, Cara Penggunaannya

Masih dalam ranah seni rupa, yaitu membuat gambar. Seperti yang sudah diketahui bahwa dalam menggambar terdapat beragam metode. Hal ini berguna supaya bisa memperoleh hasil bagus dan indah. Untuk itu, apakah Anda mengetahui beberapa contoh caranya?. Salah satunya adalah teknik dussel.

Apa yang Dimaksud dengan Teknik Dussel?

Seperti yang sudah disinggung pada ulasan sebelumnya bahwa terdapat berbagai teknik dalam menggambar. Salah satu contohnya adalah metode dussel. Lantas, tidakkah Anda penasaran akan arti atau bahkan definisi dari istilah tersebut?. Untuk mengetahuinya, yuk simak pemaparan di bawah ini.

Secara umum, metode dussel kerap kali dikenal dengan sebutan teknik gosok. Dimana seseorang yang menggambar, akan menggosokkan ujung alat tulisnya pada sebuah gambar atau objek. Jika dipahami sekilas, terlihat seperti arsiran bukan? Namun, nyatanya keduanya tidak sama.

Dengan kata lain, Anda bisa menarik kesimpulan terkait definisi ini dengan mengartikannya sebagai sebuah metode. Dimana akan diterapkan ketika seseorang hendak memberikan kesan gelap terang pada gambarannya. Caranya hanya cukup menggosokkan ujung pensil dalam posisi miring agar bisa menyesuaikan ketebalannya.

gambar dussel

Apakah Fungsi dari Penerapan Metode Dussel?

Setelah memahami definisi dari teknik ini. Anda akan diajak untuk mengetahui fungsi utama penggunaan metode dussel. Tidak jauh berbeda dengan pengertiannya, peranan cara tersebut dalam menggambar adalah memberikan gradasi atau efek gelap terang pada gambaraannya.

Hal itu bertujuan untuk memberikan kesan bahwa objek yang digambar terlihat nyata. Disisi lain, menjadikan gambarannya tampak lebih indah dan estetik. Pada umumnya, dalam penerapannya dapat dilakukan dengan cara menggoreskan ujung pensil Anda pada sketsa.

Biasanya, untuk memperoleh efek gelap yang lebih tebal. Anda dapat memposisikan alat tulis ke posisi rebahan atau miring. Sedangkan, jika dikira terlalu pekat. Bisa ditipiskan dengan cara menggosokkan ujung jari pada medianya secara perlahan. Supaya tidak merusak gambaran.

Apa Saja yang Perlu Disiapkan Sebelum Mulai Menggambar Menggunakan Metode Dussel?

Nah, setelah mendapatkan pengetahuan dasar atau teori dari metode ini. Tidakkah muncul rasa ingin mencoba membuat gambar menggunakan teknik dussel di benak Anda?. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, perlu mempersiapkan beberapa hal seperti berikut.

Pertama, Anda perlu menyiapkan material seperti buku sketsa, alat gambar, dan sejenisnya. Kemudia, disusul dengan pembuatan garis tepi yang bertujuan untuk mempermudah pengerjaan sketsa nantinya. Setelah itu, setiap individu bisa memposisikan pensilnya dalam posisi rebahan atau miring serta memberikan gradasi.

Bagaimana Cara Membuat Gambar Menggunakan Metode Dussel?

Seusai memperoleh pemahaman melalui pembahasan di beberapa subbab sebelumnya. Kali ini Anda akan diundang untuk mencoba memahami cara menggunakan metode dussel saat hendak membuat sebuah gambar. Berikut ulasannya secara umum.

Langkah yang paling awal adalah membuat sketsa objek secara tipis pada media gambar. Lalu, dilanjutkan dengan memberikan arsiran di outline gambaran sebelumnya. Kemudian, Anda dapat memberikan efek shadow. Caranya ialah cukup menggosok bagian yang telah diarsir menggunakan kapas, ujung jari, atau alat khusus.

Setelah semua itu selesai. Barulah Anda bisa menimpanya dengan memberikan arsiran lagi. Hal ini bertujuan untuk memperjelas bentuk yang digambar. Selanjutnya, berikan kesan menarik pada sebuah gambar. Dapat dilakukan melalui penambahan background. Kurang lebih itu tadi penjabaran tentang definisi, fungsi, persiapan, hingga cara menggunakan teknik dussel saat membuat gambar. Sebenarnya, penjelasan tersebut telah diringkas untuk memudahkan dalam memahaminya. Serta, diharapkan bahwa setiap individu bisa mulai mencoba menerapkannya pada gambarannya sendiri.

Related Posts